• Halo Robotics

8 Tips Mudah Program Drone untuk Inspeksi dan Manajemen Aset



Bertentangan dengan apa yang anda harapkan sebagai pengguna drone, kemajuan pesat dari implementasi teknologi drone pengoperasiannya dapat dilakukan dengan aman dan lebih mudah, asalkan pemrogramannya tetap, sehingga pengguna dapat memfokuskan data aset dan penggunaan jenis data termasuk bagaimana data tersebut akan dikelola setelah berhasil mengumpulkan informasi.


Berikut akan dijelaskan 8 tips mudah pemrograman drone untuk inspeksi dan manajemen aset yang lebih baik.


1. Lakukan Budgeting dan Manajemen Pembelian


Meskipun biaya perangkat keras drone turun, berinvestasi dalam armada drone, sensor, karyawan baru, dan pelatihan pilot dapat menjadi pengeluaran biaya yang signifikan.


Biaya langsung untuk teknologi drone melibatkan biaya operasional untuk acuan perhitungan ROI. Perusahaan wajib memvalidasi keuntungan jangka panjang sebelum berinvestasi dengan drone, walaupun pada prakteknya sudah banyak perusahaan yang menerima kenaikan ROI signifikan dalam 2-3 tahun karena pakai drone DJI Enterprise untuk inspeksi dan manajemen aset.


2. Hindari Project Scope Reep


Scope creep didefinisikan sebagai penambahan fitur dan fungsi scope proyek tanpa berdasarkan efek waktu, biaya, sumber daya dan persetujuan klien. Hal ini sangat dihindari oleh perusahaan. Namun, penting untuk dipelajari agar bisa punya pengetahuan dasar tentang cakupan luas dari pemrograman drone berdasarkan tujuan operasional anda, sehingga perusahaan secara jelas bisa mencapai pemrograman drone yang sesuai untuk kebutuhan operasionalnya. Sekarang, drone terbukti bisa mewujudkan banyak hal yang lebih efisien serta dapat meningkatkan ROI lebih cepat dalam manajemen asset dan inspeksi. Hal inilah yang menjadi dorongan utama bagi perusahaan untuk menerapkan pemrograman drone untuk mengurangi bottle neck pada operasional bisnis.


Tujuannya adalah, agar perusahaan tidak perlu banyak melibatkan pekerja terutama ditengah pandemi COVID-19.


Dengan hanya melibatkan sedikit tim, drone dapat menjadi platform dengan integrasi yang mudah digunakan oleh seluruh perusahaan, termasuk secara spesifik bisa dijelaskan kebutuhan dari drone sendiri untuk setiap departemen itu seperti apa sejak awal pemrograman drone tersebut diterapkan oleh perusahaan. Oleh karena itu, mempersiapkan program drone untuk inspeksi dan manajemen asset paling baik untuk dilakukan sesegera mungkin, sehingga perusahaan bisa menempatkan orang yang tepat untuk pekerjaan yang tepat.


3. Penentuan Frekuensi Operasi Drone


Sangat penting untuk memastikan apakah drone tersebut bisa bantu pekerjaan secara berkelanjutan dengan fitur-fitur cerdas yang dimilikinya. Anda juga harus memastikan pekerjaan yang dilakukan secara terjadwal dan teratur akan membantu anda merencanakan program drone yang jauh lebih efisien.


Frekuensi operasi ini sebagai contoh dapat menjadi pembeda utama antara pemgrograman drone untuk pengawasan keamanan dan pemeriksaan asset. Pengguna drone akan memiliki rasa aman saat mengendalikan drone secara terus menerus ditempat yang sama, sedangkan survei dan inspeksi pada umumnya akan berlangsung dengan lama dan drone mempercepat mobilitas pekerja dari satu tempat ke tempat lainnya. Jadi, untuk memastikan bahwa investasi dalam teknologi drone tidak akan melewati batas, pengguna wajib mengetahui dengan benar batas maksimal pengoperasian drone sehingga unit yang digunakan oleh mereka tidak akan menimbulkan isu berkelanjutan.


4. Navigasi Ekosistem Regulasi


Solusi yang Anda rencanakan harus sesuai dengan lanskap peraturan yang relevan. Mengoperasikan drone untuk tujuan komersial sebagai bagian dari operasi AEC anda kemungkinan akan berada di bawah peraturan yang ada, yang berarti mengharuskan anda untuk memerlukan pilot yang memenuhi syarat dalam melakukan operasi dilapangan.


Jika anda berencana terbang di malam hari, saat keadaan ramai, ketika kondisi udara sedang stabil, atau saat berada diluar garis pandang visual, izin penerbangan mungkin dibutuhkan. Peraturan seputar penggunaan drone komersial cenderung bergeser karena badan penerbangan di seluruh dunia beradaptasi dengan hardware dan software. Anda harus memantau pembaruan ini dengan cermat dan memastikan anggota tim internal Anda bertanggung jawab atas berbagai kepatuhan peraturan penerbangan.


Penerbangan drone pada sektor heavy industry di berbagai belahan dunia seringkali penerbangannya diatur secara pribadi dengan sistem perizinan mereka sendiri.


Kondisi tertentu mungkin diperlukan secara internal untuk operasi yang berbeda, seperti mempertahankan jarak tertentu antara drone dengan aset untuk jenis penerbangan yang berbeda atau mengikuti persyaratan khusus saat terbang langsung di atas orang atau properti yang memerlukan izin khusus. Izin kontrol akses mungkin juga diperlukan bagi operator drone untuk bergerak untuk pencapaian keselamatan kerja dan manajemen lokasi yang baik.


5. Dokumentasi yang Sistematis serta Manajemen Proyek

Jika Anda adalah organisasi yang baru mengenal operasi drone, mudah untuk mengabaikan pentingnya dokumentasi.


Prosedur yang sistematis dan terstandarisasi penting untuk dipahami, seperti pada bagan disebelah kiri, metode kerja/work method hasilkan lingkup operasional dari pelaksanaan proyek yang aman untuk mengatur misi drone tertentu dan memastikan setiap penyebaran dijalankan secara profesional, mendapatkan hasil yang diperlukan sambil juga beroperasi dengan aman.


6. Pengamanan dan Persiapan Operasional Penerbangan


Perencanaan penerbangan yang komprehensif dan persiapan untuk operasi drone adalah bagian yang sangat diperlukan dari setiap program drone yang sukses. Faktanya, persiapan biasanya merupakan bagian yang paling memakan waktu dari banyak operasi drone, sedangkan misi perolehan data drone sendiri diselesaikan dengan cepat.


Penting untuk setiap operator drone paham terhadap pertimbangan keselamatan penerbangan dan matriks risikonya mulai dari skema penerbangan, blueprints, diagram, gambar, foto, permodelan CAD dan catatan inspeksi sebelumnya. Penyususnan matriks risiko penting untuk dibuat terlebih dahulu. Pada umumnya ruang lingkup pekerjaan yang masuk dalam risk matrix adalah rencana penerbangan drone, penggunaan dan isi ulang baterai, posisi lepas landas dan rute penerbangan, pertimbangan keamanan sekitar dan skenario darurat, termasuk dari jalur Return to Home ("RTH").


Matriks risiko yang umum digunakan harus dimulai dengan daftar bahaya awal, yang kemudian harus dikuantifikasi menjadi berbagai tingkat risiko operasional dengan formula yang setidaknya mencakup: 1. Kemungkinan terjadinya bahaya; dan 2. Konsekuensi jika bahaya memang terjadi. Setelah ini, buat daftar terkait langkah-langkah mitigasi yang akan diambil, sesuai kebutuhan, untuk menghasilkan pengurangan skor risiko untuk semua bahaya yang berbeda lebih mudah diidentifikasi. 7. Pengembangan Rencana Penyimpanan Data, Analisis dan Pelaporan



Anda dapat memulai program drone, tetapi saat data inspeksi drone mulai masuk, persyaratan lebih lanjut akan mulai diuraikan oleh pengguna untuk data dan analisis aset. Oleh karena itu, penting untuk mengantisipasi penggunaan data dalam jangka panjang, dan memastikan data dikelola dengan baik sejak awal. Post processing data drone, yaitu menganalisis, melaporkan data, dan mengatur data yang mungkin memerlukan investasi tambahan dalam perangkat lunak pihak ketiga dan peralatan komputer. Bergantung pada ukuran program drone dan jumlah kompleksitas data, proses manajemen dan analisis data dapat dengan mudah menjadi bagian terpenting dari biaya pemrograman drone.

Operator drone berpengalaman dari Halo Robotics menggunakan drone dengan aman dan mudah di lingkungan berisiko tinggi.


Kami melewati berbagai tantangan dalam proses pengambilan dan manajemen data dan bisa diselesaikan dari waktu ke waktu secara konsisten, termasuk dalam mengidentifikasi dan menemukan file lama di area kompleks agar perusahaan lebih tenang dalam berinvestasi pemrograman drone bersama kami.

8. Penempatan Tim yang Tepat saat Bekerja


Di banyak perusahaan, program drone yang paling sukses mencakup orang-orang dengan pengalaman spesifik tentang aset yang menjadi inti operasi. Sangat umum bahwa insinyur inspeksi yang paham teknologi, insinyur korosi, insinyur sistem tekanan dan uap, serta divisi lain yang terlibat dalam inspeksi, dibawa ke program drone sebagai manajer program drone. Mereka adalah orang yang akan mendorong terjadinya inovasi internal, berkoordinasi di antara pemangku kepentingan, dan memastikan bahwa semua fungsi dalam program berjalan dengan lancar.


Menerbangkan drone dengan aman secara otomatis adalah bagian yang mudah. Teknologi drone sekarang sangat ramah pengguna dan juga kuat, dengan kontrol yang jelas dan fitur keselamatan yang membuat drone relatif mudah dipelajari. Selain itu, banyak penyedia pelatihan yang semakin tersedia di seluruh dunia, untuk menyediakan pelatihan pilot drone jika diperlukan. Keterampilan utama yang benar-benar akan membuat pemrograman drone yang sukses dalam konteks bisnis terkait dengan profesionalisme, termasuk persiapan dan perencanaan, manajemen proyek, analisis data, dan manajemen data. Questions? Contact us! We would be happy to connect further:

Email: enterprise@halo-robotics.com

WhatsApp: +6281 18549 888

Keywords: #droneprogram #djienterprise #inspeksi #manajemenaset #inspection #assetmanagement #dji #drone #dronetechnology #programdrone #dronepilot #riskmatrix #droneoperations #methodstatement


14 views0 comments