• Halo Robotics

Teknologi Hovermap LIDAR Bantu Sektor Tambang Hemat Biaya Inspeksi 4.9 Miliar

BUSINESS SUMMARY



Aplikasi teknologi Hovermap LIDAR pada industri tambang bawah tanah, baru-baru ini berhasil memberikan penghematan biaya sebesar Rp 4.913.000.000.000 miliar rupiah pertahun sekaligus menghilangkan risiko bahaya bagi karyawan tambang ketika menginspeksi jalur orepass dan silo bawah tanah tanah yang sebelumnya sulit diakses oleh manusia, untuk melihat visualisasi struktur tambang yang akurat dan cepat sebagai acuan agar perusahaan dapat mengambil inisiasi dalam melakukan tindakan perbaikan tambang sedini mungkin.


MANFAAT YANG TELAH DIRASAKAN PERUSAHAAN SETELAH MENGGUNAKAN HOVERMAP LIDAR PADA OPERASI INSPEKSI STRUKTUR TAMBANG


Dalam industri tambang bawah tanah, teknologi Hovermap LIDAR memiliki beberapa keunggulan, diantaranya sebagai berikut:


  • Menghemat biaya 4,9 miliar rupiah untuk aktivitas remediasi bijih tambang

  • Mengurangi risiko bahaya pada pekerja dan kontraktor yang hendak melakukan survey tambang

  • ROI yang lebih cepat diterima perusahaan

  • Pengambilan data yang lebih akurat dan lebih cepat dibandingkan menggunakan alat ukur konvensional

  • Membuka peluang bagi perusahaan tambang untuk melihat anomali pada struktur tambang dengan diameter kecil yang tidak bisa dimasuki oleh manusia agar perbaikan dapat dilakukan secara komprehensif

  • Menghasilkan visualisasi kondisi tambang terkini sebagai acuan penggalian


TANTANGAN YANG DIHADAPI PERUSAHAAN UNTUK MENDAPATKAN DATA PADA SHAFT DAN PASSES TAMBANG SEBELUM MENGGUNAKAN HOVERMAP LIDAR


Perusahaan tambang bawah tanah menggunakan orepass dan silo untuk mentransfer bijih tambang dari berbagai komoditas diantara dua lorong sebelum diangkut ke permukaan. Struktur tambang yang kecil membuat proses pemuatan dan pengangkutan sebelumnya seringkali mengalami penyumbatan, hang-up dan overbreak. Selain itu, proses penyekalaan yang rumit juga dapat memengaruhi integritas struktural serta mengakibatkan downtime yang lama serta biaya perbaikan yang luar biasa mahal.


Perusahaan menginginkan para insinyur tambang untuk mengukur integritas jalur yang dilalui untuk distribusi bijih dan merencanakan program rehabilitasi yang tepat waktu dan hemat biaya. Secara historis, teknologi LIDAR harus menyeleasikan masalah pemindaian dan pemetaan poros dan lubang yang tidak dapat diakses, serta menghasilkan informasi gambar rongga tanah yang akurat, dengan cepat dan hemat biaya, tanpa membahayakan keselamatan personel atau kontraktor tambang.


APLIKASI HOVERMAP LIDAR



Perusahaan tambang mulai mengirim Hovermap LIDAR untuk melakukan pemindaian volume indoor tambang, jalur distribusi bijih tambang, poros vertikal dan serangkaian akses terowongan untuk jalur tambang. Pada salah satu orepass, manajemen perlu memutuskan 2 tindakan, diantaranya melakukan maintenance secara terjadwal untuk perbaikan pembuatan skala dalam jangka panjang atau mereka harus mengabaikan maintenance dan membiarkan downtime yang semakin tinggi.


Proses pemindaian pun dimulai, setelah hovermap LIDAR dipasangkan pada drone DJI, lalu menerbangkannya pada drawpoint yang dituju untuk memindai poros tambang.


Kurang dari 1 hari, Hovermap LIDAR mampu melakukan pemindaian pada 350m orepass dan stope dengan menghasilkan visualisasi gambar yang menggambarkan kondisi stope, untuk membantu perusahaan mengambil tindakan perbaikan dan keputusan pengelolaan tambang secepat mungkin




Teknologi Hovermap LIDAR juga berhasil membantu tim survey tambang memberikan kumpulan data berupa point cloud yang akurat sebagai acuan referensi geografis dan analitis.


Dalam waktu yang sama, perusahaan bisa menginformasikan kondisi orepass terkini secara realtime dan mengambil keputusan untuk memulihkan poros bijih tambang yang rusak.


Questions? Contact us! We would be happy to connect further:Email: enterprise@halo-robotics.comWhatsApp: +6281 18549 888


Keywords: #mining #engineering #dronetechnology #hovermap #lidar #cmsscanning #cms #3dmodelling #digitaltwin #efficiency #tambang #engineering #undergroundmining

37 views0 comments